Transaksi Online Aman Dan Nyaman Dengan Aplikasi My JNE

 

image

 

Setiap kali mendengar kata ekspedisi, pikiran saya langsung nyantol ke JNE.

Yup, saya sendiri termasuk pelanggan setia JNE, terutama karena saya seringkali belanja online di situs-situs e-commerce.

Salah satu alasan saya selalu memilih JNE adalah tarif yang pasti, jadi jarang sekali saya harus menambah ongkos kirim, bahkan dalam beberapa kasus saya justru mendapat refund ongkos kirim.

Dulu awalnya saya jarang mendapat update mengenai status kiriman, bahkan saya seringkali harus mengecek melalui website JNE, dimana barang saya berada atau harus menelpon kantor JNE berkali-kali. Rempong pake banget.

Namun dalam beberapa bulan terakhir ini hampir setiap olshop langganan saya selalu mengupdate status pengiriman. Seperti manifested, on transit, received on destination, delivered, dll.

Jujur dulu saya pikir canggih juga ya, mereka bisa kasih info detail begini …… hihihi …. dasar kudet.
Belakangan saya baru tau bahwa mereka menggunakan aplikasi my JNE untuk tracking, ternyata oh ternyata. Sekarang saya ga mau ketinggalan dunk, aplikasi secanggih ini masak dianggurin.

My JNE sendiri adalah pioneer aplikasi ekspedisi berbasis android di Indonesia. Saya sungguh mengapresiasi keberadaan aplikasi my JNE, yang menjadikan JNE selangkah lebih maju dibanding pesaing-pesaingnya. Kesadaran untuk memberikan pelayanan yang prima terhadap konsumen-konsumennya, telah menjadikan JNE sebagai perusahaan dengan performa outstanding dalam lingkup ekspedisi nasional.
Salah satu keunggulan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir dibanding pesaing-pesaingnya adalah jumlah lokasi kantor dan agent JNE yang mencapai kurang lebih 150 cabang, dan kesemuanya terhubungkan dengan sistem komunikasi on-line. Selain itu JNE juga memiliki sumber daya manusia dan berbagai teknologi seperti mesin X-Ray, GPS, hingga alat komunikasi satelit

Kembali ke MyJNE, aplikasi ini bukanlah aplikasi yang berat, karena size-nya hanya 7.21 MB, bisa kita katakan cukup ringan untuk sebuah aplikasi, sehingga sangat efisien berkaitan dengan kinerja gadget android kita. Jadi waktu yang dibutuhkan untuk menginstal maupun loading juga cukup singkat. Wuzzz …. wuzzz …. wuzzzz, tentunya tergantung koneksi internet kita.

Aplikasi my JNE sendiri termasuk dalam program JNE seven magnificent (7M), sebuah program yang didedikasikan untuk memberi pelayanan lebih kepada customer JNE. Program 7M sendiri terdiri dari

  1. Aplikasi My JNE2.
  2. JNE Pop Box
  3. @boxprepaid
  4. Promo JNE Super Speed
  5. JNE International Shipment
  6. Layanan CD Music
  7. JNE Trucking

InsyaAllah saya akan membahas lebih detail mengenai JNE seven magnificent pada kesempatan lain. Nah sekarang kita fokus membahas aplikasi my JNE dulu ya, ini beneran aplikasi anti galau.

 

 

My JNE adalah aplikasi berbasis android yang dibuat untuk memudahkan transaksi online. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu dan menjamin transaksi yang fair antara penjual dan pembeli. Istilah kerennya aplikasi anti galau.

Dengan menjamurnya toko-toko online, perilaku belanja masyarakatpun berubah. Dari belanja ke mall, pertokoan dan pasar, kini segala sesuatunya bisa didapatkan di toko online. Dan seiring berjalanya waktu berbagai aplikasi online-pun dibuat untuk memberi kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi.

Dulu sebelum adanya aplikasi penjamin, terus terang saya paling takut berbelanja online, takut ketipu, beli sepatu dapatnya sandal jepit, misalnya. Ngeri aja, apalagi sandal jepitya preloved alias bekas ….. haish dibahas.

Disisi penjual tentunya juga lebih aman, karena tak jarang demi mendapat order, pembeli belum membayar, penjual sudah mengirim barangnya. Ini juga sering saya alami. Ya kalo pembelinya jujur, kalo ngga, bisa nangis bombay penjualnya.

Yang lebih bikin galau lagi jika kiriman ga sampai-sampai dan pembeli terus menerus pm penjualnya, ya kalo cuma 1 orang, kalo puluhan orang pm dengan request yang berbeda-beda …… bisa frustasi melayaninya seperti yang dialami ses Jane.

image

Untunglah saat ini ada aplikasi my JNE yang benar-benar membantu baik penjual seperti Ses Jane, tentunya membantu pembeli juga, transaksipun jadi lebih aman dan nyaman.

Nah tunggu apa lagi, yuk install my JNE, Caranya mudah kok, stay tune ya.

 

 

image

Jadi cara menginstal my JNE itu gampang pake banget, tinggal search di google playstore melalui smartphone kita. Setelah muncul ikon my JNE kemudian kita lakukan proses pengunduhan dan instalasi. Prosesnya keduanya sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, setidaknya karena di rumah saya sinyal internet memang sangat bagus.

image

Selanjutnya begitu kita masuk kedalam aplikasi My JNE. Yang muncul pertama kali adalah penjelasan fitur-fitur My JNE seperti :

MY TARIFF : Untuk mengecek tarif pengiriman JNE seluruh Indonesia.
MY SHIPMENT : Untuk mengecek status pengiriman sendiri dan kiriman orang lain dengan lebih cepat.
MY LOCATION : Untuk mengecek Lokasi pengiriman JNE yang terdekat.
MY COD : Untuk membuat order dari toko online dan menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran.

image

Setelahnya, saya harus sign up dengan menginput biodata saya, dari nama, email, nomor telepon, dan password. Biodata saya tersebut, utamanya nomor telepon saya akan menjadi identitas seluruh transaksi saya melalui JNE. Kemudian, saya akan mendapatkan email verifikasi dari My JNE yang berisi link aktivasi akun saya. Setelah saya melakukan konfirmasi lewat e-mail maka otomatis akun My JNE saya aktif…… Yeaaaa.

Anda juga bisa lho install MyJNE sekarang juga, tinggal klik tautan ini (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.indivara.jneone) trus ikuti langkah-langkah yang telah saya paparkan.

 

 

image

Saat ini aplikasi my JNE memilki 4 fitur yaitu my shipment, my tariff, my location dan my COD (cash on digital), yuk kita bahas satu persatu.

 

My Shipment digunakan untuk mengecek status pengiriman dengan lebih cepat. Jadi baik pengirim maupun penerima bisa mendapatkan update langsung keberadaan barangnya.

Di dalam My shipment sendiri bisa terdeteksi posisi kita yaitu sebagai shipper (pengirim), consignee (penerima) dan favourite (baik shipper maupun consignee yang diberi label favourite).
Tentunya ini berkaitan dengan nomor handphone yang kita gunakan untuk sign in ke aplikasi My JNE.

image

Nah, untuk cara pengecekanya sendiri bisa dengan memasukkan 11 digit airway bill number lalu klik search, tapi lumayan rempong sich.
Yang termudah tentunya dengan memencet tombol “kamera” kemudian arahkan ke barcode yang ada di resi pengiriman.

Setelah airway bill number terbaca, maka secara otomatis My JNE akan memberikan status pengiriman, seperti manifested, on transit, received on destination, delivered, dll.
Nah, kita bisa lebih lega khan sekarang, setelah kita bisa tau dimana keberadaan packet kita.

 

image

Jika sebelumnya untuk mengetahui ongkos kirim paket kita harus datang ke kantor atau agent ekspedisi. Maka dengan fitur My Tariff, kita bisa mengetahui sendiri ongkos kirim yang harus kita bayarkan.Kita tinggal tuliskan kota asal pengiriman dan kota penerima. Selanjutnya kita tuliskan juga berat paket dan dimensi paket, karena kedua hal inilah yang menjadi acuan perhitungan tarif.

image

Misalnya jika kita mengirim barang mudah pecah, pastinya kita membungkusnya berlapis lapis, dimulai dengan kertas, bubble wrap hingga kardus, tentunya dimensi paket menjadi unsur yang penting, meskipun beratnya tidak seberapa.

Nah, untuk ongkos kirim ada beberapa jenis, yaitu:

OKE (Ongkos Kirim Ekonomis) yaitu 2-3 hari pengiriman.
REG (Regular) yaitu 1-2 hari pengiriman.
YES (Yakin Esok Sampai) yaitu 1 hari pengiriman (paket sampai tujuan sehari setelah dikirim).
SPS (Super Speed Service), yaitu paket sampai tujuan di hari yang sama. Ini jika kita melakukan pembayaran di pagi hari.
Tentunya jika lokasi memilki akses yang mudah, saya sendiri cukup puas jika paket sampai rumah saya dalam 3 hari. Maklum lokasinya memang di tengah hutan ….. hihihi. Keberuntungan saya ya karena kurir JNE sudah sangat hapal rumah saya.

 

image

Terkadang kita bingung, ketika kita berada di suatu tempat yang kurang familiar dan harus mengirim paket dengan segera. Nah dalam aplikasi my JNE, juga terdapat fitur My Location. Fitur ini bisa digunakan untuk searching lokasi kantor atau agen JNE terdekat.

image

Fitur yang mirip dengan aplikasi google map tersebut memandu kita menemukan kantor dan agent JNE terdekat.

Sayangnya menurut Pak Eri Palgunadi (Vice President Marketing JNE) dalam acara road show My JNE di Bali, titik lokasinya belum 100% akurat, namun JNE terus berusaha untuk mengupdate ketepatan lokasi kantor dan agent JNE.

 

My COD adalah fitur dari aplikasi My JNE yang memiliki fungsi sebagai penjamin transaksi jual beli online.

image

Jadi masing-masing pihak harus registrasi untuk fitur COD dengan langkah-langkah sebagai berikut: Daftar -> Cek Email -> Cek Folder SPAM -> Klik Confirm -> Login MyJNE. tentunya dengan asumsi anda sudah menginstal aplikasi my JNE di gadget android anda.

image

Selanjutnya pembeli harus melakukan top up account My COD.
Kemudian penjual akan menginput transaksi dari mulai biodata pembeli, detail produk dan ongkos kirim yang jumlahnya ditentukan sesuai dengan fitur my tariff.

Setelahnya My JNE akan mengirim notifikasi SMS kepada pembeli bahwa order telah dibuat dan silahkan untuk melakukan pembayaran.
Pembeli diharapkan untuk merealisasikan transaksi dengan menekan tombol Pay.
Jika pembeli telah melakukan transaksi pembelian, maka JNE otomatis akan memotong dana my COD sejumlah nilai transaksi.

Namun uang tidak langsung masuk ke rekening penjual, melainkan penjual hanya menerima notifikasi bahwa pembeli tersebut telah melakukan pembayaran.
Jika pembeli sudah menerima barang tanpa komplain, maka pembeli harus mengkonfirmasi bahwa barang sudah diterima, dan JNE akan mentrasfer uang-nya ke rekening penjual.

Transaksi ini tentunya lebih aman, karena baik penjual dan pembeli mau tidak mau harus melakukan tanggung jawab mereka sesuai kesepakatan transaksi.

Termasuk dalam fitur My COD adalah my COD Wallet, ini bisa dianggap sebagai profil pemilik My COD. Setiap akun yang sudah terdaftar di Aplikasi My JNE akan langsung mendapatkan nomor rekening virtual. Selain nomor rekening virtual, di dalam My COD Wallet juga ada nama pemilik, email, nomor telepon, nama toko, kode toko, nomor KTP, tanggal lahir, alamat, dan nomor rekening bank.
Nah sudah jelaskan apa saja yang bisa kita lakukan dengan aplikasi my JNE, trus gimana dunk cara dapetin aplikasi my JNE ?
Yuk ah terus disimak ….. biar makin cerdas dan update.

 

image

Sebagai aplikasi tentunya tidak luput dari kekurangan, itu sebabnya saya ingin menambahkan saran-saran sebagai berikut demi peningkatan kualitas layanan my JNE:
1. Untuk jenis-jenis layanan seperti Yes & Oke, mungkin bisa dijelaskan radius area yang bisa terlayani. Sehingga kami tidak kecewa karena waktu pengiriman tidak sesuai ekspektasi kami.
2. Saya berharap fitur-fitur tertentu bisa dipergunakan secara offline, minimal untuk My Tariff, karena akses internet di Indonesia belum merata.
3. Semoga secepatnya aplikasi ini juga bisa diunduh dengan gadget berbasis IOS
4. Saya berharap aplikasi my JNE terus ditingkatkan dengan fitur-fitur lain dan dengan keakuratan lebih tinggi, baik dalam hal pengiriman maupun lokasi kantor dan agen JNE.

image

Meski masih ada yang perlu diperbaiki namun saya sungguh merasa terbantu dengan aplikasi my JNE, semoga JNE makin berjaya dalam kiprahnya yang sudah lebih dari 25 tahun merangkai nusantara.

Advertisements
Posted in Review | Tagged , , , , | 3 Comments

How We taught our kids entrepreneurship

10491227_10200421961709509_3251001425951741394_nSome kids are really blessed with entrepreneurship skill from an early age, and many of us think that it’s not really necessary to give them entrepreneurship education.

Well honestly I was thinking the same until I cannot get away anymore unless to facilitate my son entrepreneur talent.

I started getting into furniture business to help my husband when our son was about 2 years old, and as a parents of a toddler, we always took him around to our suppliers, clients, colleague, etc. we were also took him to our factories regularly and to the trade show around South East Asia.

Until one day, I realized that he start doing marketing for our furniture products in a trade show with a very creative way. He was making a noise with the bell and calling everyone to come to our booth, suddenly some visitor looking at him and some of them did come to our booth. Many of them even giving him support by saying that he will be a great marketer.

At the beginning, I was embarrassed as I’m afraid of what people may think if they saw underage boy doing marketing, he was 4 years old at that time.

Well as people said “monkey see, monkey do”, this is what happened to us.

Our son was very familiar with our business, he saw how we approach our client, making an offer, making project proposal, handling production, quality control, handling container, handling project delivery until after sales service.

So basically he learn by himself as we are not specifically teaching him.

Back then from 1,5 years ago, me and my husband were decided to be homeschool practitioners, our son was 9 years old at that time.

Although we followed specific curriculum, we decided to use most of the time to give our son freedom to decide what he want to learn. We just facilitate what he want, that’s all.

One of the thing that he like to do is learning entrepreneurship, so what I did was figuring out the correct step to start teaching him entrepreneurship.

As there’s many kind of entrepreneur, I have to start from the most simple form of entrepreneur where he has to produce the goods that he want to sell by himself, and bellows were the step that we took:

 

1. Making Business Plan

So the first step I took was asking my son to make business plan in his own way, I just told him to let us know what he want to do, how he want to do it, where he want to do it and how much capital he need to start his Idea. And less that 1 hour his business plan is ready.

Not perfect though, but this just how he was able to make us understand about his idea. So he wanted to sell chocolate mousse, in Car Free Day and he need Rp. 100.000,- to start his business.

Well, I said, where are you going to get your capital?, he said right away, I’m gonna ask dad to give me that money.

He didn’t know that I already talk to his dad, so he will not to be too easy saying yes, he has to do presentation on his business plan and answer all our question.

Of course it’s not really hard, but we don’t want to make it too easy as well.

Finally my husband agreed to give Rp. 100.000,- as starting capital for my son business.

 

2. Making Production Plan & Budgeting

After he get his capital, my son start making the list of the materials that he needed to produce chocolate mousse.

I teach him also to check the price of the material online to be able to figure the quantity of the material he need to make certain amount of chocolate mousse.

I just inform him that he has to spend maximum 80% of his capital, because the price of the material in the supermarket might be different than the online price, so he has 20% capital for price discrepancy.

 

3. Shopping for material

The next day I bring him to the supermarket and I let him do shopping by himself based on his material list.

I just give him a clue how to shop, and that was just by showing him that the same kind of material might have different price due to the brand. I use compound chocolate in this case, I show him a few brand with the same weight and I let him check the price, and after that I asked him to choose.

In this way he understood that he has to choose for the best value of money, so he understand if the quality is approximately the same than he must choose the cheaper one. In the future he has to understand also how to choose based on quality.

And guess what, he spent Rp. 105.000,- to buy the same amount of ingredient which he calculate for approximately Rp. 80.000,- based on internet price.

Well he has Rp. 5.000,- short of capital and yup I lent him that money but he has to pay it back after selling.

 

4. Production Process

After we were back home, he start preparing to cook, he measure the ingredient, preparing the cooking utensils, etc. Then he start cooking.

Of course I assist him during this process, especially because I don’t want to see our kitchen looks like a war zone.

 

5. Packaging

After he finished producing chocolate mousse, he prepare small plastic cups as containers for the chocolate mousse.

Then he pour the chocolate mousse in a cup with the spoon, he do his best to make each cup have the same amount of chocolate mousse.

At the end he made 48 cups of chocolate mousse

After that he closed and sealed the cup, and then he put them in the freezer.

 

6. Marketing Preparation.

So after the production is done, he start thinking about the selling price, he consider the value of the product and also the efficiency of the selling process. Finally he made up his mind and he decided to sell the chocolate mousse Rp. 5.000,- per cup.

Then I asked him “Do you think about takeaway packaging?”

“oh mom, I forgot”, he said, but suddenly, “I have an idea mom, we gonna make paper bag”

Then he collected an old papers, and we started making paper-bags.

On the paperbags he wrote environment message such as “Orang Keren Tidak Buang Sampah Sembarangan” (Cool guys don’t litter), and soon.

 

7. Selling Action

The Next morning we woke up at 4.00 am to prepare for the selling day at Car Free Day event which start at 6.00 pm until 10.00 pm.

We have to leave at 5.00 am as our house is quite far from the event, it’s about 45 minutes driving, and we don’t want to be late.

When we were there we are confuse whether if we are allowed to sell without permit there, and finally we found out that we can only sell in the street outside Car Free Day area.

This is the first challenge that we faced and for me this only means good for our son, yes business is a challenge.

From 48 cups, he open 2 cups and cut it small with toothpick on top each piece as sample.

Then he walk along the street and offered his products.

I was only looking from the other side of the street, and quite surprise as he can sold all his products less than 2 hours, yes he sold 46 cups and got Rp. 230.000,- as his first revenue.

 

8. Simple Bookkeeping

After we got home, I taught him how to make simple bookkeeping so he has an overview about his business. He was happy with the result as he got Rp. 125.000,- of profit from his first business action, this is around 124 % percent from his capital.

Understanding that he already got enough capital for his next business, our son wanted to give the capital back to his father. Well, this is the quickest business to reach payback period. Fortunately, my husband said that our son can keep the capital and he can use it for the next selling session at Car Free Day.

Of course after the first entrepreneurship lesson, my husband and I have a discussion about how to increase the challenge level through variable differentiation. I will write about this in the next article.

I hope this article is useful for you.

Posted in Fun Activity | Tagged , , , | 8 Comments

MY HUBBY IS MY HERO

Jadi ceritanya 2 hari lalu, papanya Ivo menangkap orang yang menipunya setahun lalu. Tepat pada hari ultahnya, nah ini jadi salah satu kadonya.

Masih inget khan siapa yang saya maksud “Yup, Jan Harm Nijman alias Harry Nijman“, seorang warga negara Belanda yang sepak terjangnya sebagai penipu sudah mendunia …… cieeh ….. orang terkenal booo. Terkenal karena tercemar tapinya 😛

Dia adalah suami dari Lenny Maryati alias Lenny Nijman, pemilik dari Orchard Collection yang berlokasi di jalan raya Tahunan, Jepara.

IMG_1727

Sempet kaget juga waktu ditelpon suami, dan dia bilang “Do you know who is sitting in front of me”, bingung juga, ngomong apa sich dia, sambil mengeryitkan dahi, Ruud-pun kemudian meneruskan “It’s Harry”. Saya masih ga percaya “Whaaaaa? How did you get him”, Ruud-pun menjawab “I’m in the police office in Sanur, I’ll tell you later”

 

Haduh, saya langsung tancap gas ke sanur, saya tau banget si Harry ini jago manipulasi, takutnya dia memutar balikkan fakta di kantor polisi.

 

Sesampainya di kantor polisi saya samperin dia, saya tanya “Do you still remember me?”, Harry-pun menjawab “Of Course”, sayapun melanjutkan “I already warn you before, you mess with a wrong people”, Dia masih menjawab “I know” …….. ekspresinya datar ….. mukanya masih lempeng aja saat itu.

Padahal kekesalan saya sdah sampai ubun-ubun, tapi alhamdullilah masih bisa menahan diri.

Hmmmm ….. batin saya ……. Belum ngerasain hotel prodeo Indonesia sich.

 

Sambil nunggu jemputan dari Polsek Canggu, saya nanya ke Ruud, “How did you caught Harry?”

 

Si Ruud-pun cerita

 

“I see him in near the cross street by the end of Gatsu, then I followed him.

I though, he saw me, because he turned his motor bike, but then he is getting into a bengkel.

I stop at the bengkel too. As he saw me, he ran into a big street, but a motorbike almost crash him, he fall in the building site.

Then I caught him, I hold his T-shirt and then we walk around 200 meter to the nearby police post. I called it Walk of Shame.

Then the police bring us to this police office”

 

Pengen banget lebay dan bilang “You are my hero, I’m proud of you dear” sambil mendaratkan kecupan di pipi …… kayak di pilem-pilem koboy itu loh.

Tapi ga enak ati …… banyak sherif boo 😛

Masak baddass mom kok lebay …….. wkkkk

 

Nunggu jemputan ternyata lama juga ya, iseng si Ruud nanya ke Harry “Why are you swindled a lot of people, what are you using the money for” diapun menjawab “The money is for Orchard Collection, I give it to Lenny, she knows everything?” …….. Omg …… penggakuan yang sangat lugas, pikir saya.

 

Sebenarnya saya sudah mengira bahwa Suami-Istri ini (Harry & Lenny Nijman) bekerja sama melakukan penipuan ke banyak orang.

Saya sich melihatnya si Harry sebagai eksekutor, semenara Lenny sebagai penadah uangnya.

Jadi Harry-lah yang menjalankan aksi penipuan dengan modus mengajak kerja sama, menjual furniture ataupun sekedar meminjam uang.

 

Awalnya Lenny selalu mengaku tidak tau tentang yang dilakukan Harry, padahal jelas sekali, setiap korban selalu diminta untuk mentrasfer ke rekening perusahaan dengan holder Lenny Maryati.

 

Kalo ditagih atau didatangi, Lenny bakalan nangis-nangis bilang kesemua orang bahwa dia juga korban-nya Harry. Saya juga tadinya sempat iba waktu dia nangis-nangis di depan saya dan suami, sewaktu kami mendatanginya di Jepara, tapi setelah tau pengakuan Harry, saya semakin yakin bahwa Lenny memang partner in crime-nya Harry ……. Kalo orang jawa bilang “tumbu oleh tutup” klop dah.

 

Akhirnya setelah menunggu beberapa waktu, rombongan penjemput dari polsek Canggu-pun datang.

Betapa girangnya saiyah, waktu lihat Harry di borgol, sayapun menyiapkan kamera.

Harry nglirik ke saya sambil tersenyum “my foto again???”

Sayapun menjawab “it’s nice for your wife” 😛

E ….. si Harry jawab lagi “No worry, she also has problem”

Saya cuma bisa senyum dan berkata dalam hati “ya iyalah, kalo lu ketangkep khan dia bisa ketangkep jugak”

 

Rombongan polisi canggu-pun langsung mengajak Harry keluar  ruangan dan masuk ke mobil.

Enak bener si Harry naik mobil yak …… nah guweh bergosong-gosong ria lagi nich, musti ngikutin ke polsek Canggu.

 

Anything dech, pokoknya harus all out buat kasus ini.

Sesampainya di polsek Canggu, saya melihat dia diborgol di kursi, di depan kantor penyidik ….. sukurin lu.

Sayapun langsung nyamperin pak penyidik yang nerima laporan saya dulu “Pak, kok dia ga diinterogasi sich”, beliaupun menyampaikan bahwa karena Harry ga bisa bahasa Indonesia, saya harus carikan penerjemah. Lah kasih kerjaan guwe dech pak pulisi ini.

 

Sayapun mikir siapa ya yang bisa saya mintain tolong, “think” ah ke les-lesanya Ivo aja dech.

Semula saya ragu apakah akan ada yang bisa membantu, ternyata alhamdullilah ada yang bersedia membantu.

 

Akhirnya keesokan harinya sekitar jam 9 pagi dimulailah interogasi Harry.

 

Saya sempat datang sich paginya, untuk memastikan bahwa translatornya datang, dan si Harry masih duduk di bangku yang sama dengan tangan terborgol.

 

Tadinya saya pengen beliin Harry sarapan, tapi lihat mukanya kok empet lagi, ga jadi dewh.

Cuma sampe rumah kepikiran …… kira-kira dia dikasih makan ga ya, soalnya bauuuu banget ….. eh ga ada hubungannya yak.

 

Karena pengen mastiin bahwa Harry masih hidup, saya dan suamipun ke polsek Canggu lagi tadi siang.

Tapi ga boleh ketemu karena bukan waktu besuk.

Ya udah suami saya titipin aja sabun, pasta gigi, salep untuk luka, coca cola dan snack.

Ga tega juga suami saya lihat keadaan Harry.

 

Harry memang tega sama kita, Harry juga tega sama semua orang yang membantunya.

Tapi saya bersyukur bahwa suami saya ga seperti dia.

Suami saya telah melakukan “Dirty Work” untuk semua orang yang telah ditipu Harry.

Tapi hatinya bersih seperti kapas.

Dia tegas tapi tidak melibas.

 

Saya cuma bisa bilang

“I adore my hubby, he is my hero”

Posted in Human Story | Tagged , , , , , | 9 Comments

Truffle Pandan Karya Anak Lanang

Ivo, anak lanang saya ini memang hobi membuat kue, terutama yang ada hubunganya dengan chocolate.

Demi menjawab tantangan Pakde Cholik, semalam kami membuat truffle pandan.

Ini perpaduan rasa eropa dan jawa, persis seperti Ivo yang juga campuran jawa eropa.

 truffle

Pertama kali Ivo mencoba membuat kue ini untuk lebaran kemarin, dan hasilnya alhamdullilah tidak mengecewakan, alias langsung ludes.

Ini harus dicoba lho pakde dan budhe, resep ini cukup untuk 60- 65 truffle.

Bentuknya kecil, sebesar nastar keranjang.

 

Bahan-bahan

150 gr Tepung terigu protein rendah

50 gr Tepung Maizena

2 butir Telur

75 gr Mentega putih (Shortening)

1,5 sdt Baking powder

1 sdm Gula halus

2 sdm Susu bubuk

2 tetes Esence pandan

1 bungkus Coklat masak

 

Cara Memasak

  1. Lelehkan mentega putih kemudian diamkan hingga suhu ruang
  2. Kocok 2 butir telur selama 1 menit
  3. Masukkan tepung terigu, tepung maizena, gula halus, susu bubuk dan baking powder kedalam kocokan telur, ratakan dengan sendok
  4. Masukkan ¾ bagian mentega cair dan esense pandan kemudian dikocok dengan mixer kecepatan rendah selama 4 menit
  5. Masukkan kedalam cetakan kertas.
  6. Panggang adonan selama 10-12 menit pada suhu 180 derajad (api sedang)

 

Topping Chocolate

  1. Lelehkan 1 bungkus chocolate masak
  2. Campurkan dengan ¼ bagian shortening cair
  3. Kemudian ambil satu sendok kecil dan tuangkan diatas truffle pandan
  4. Bisa dihias dengan meses, kacang almond atau apasaja

Kemudian disimpan didalam kulkas satu jam, truflle pandanpun siap dinikmati ….. bisa juga buat teman ngopi pakde.

 

Berikut ini beberapa foto proses pembuatannya:

Mengocok telur

1

 

Mencampur adonan

2

 

Adonan jadi

3

 

Mencetak adonan dengan kertas mini cup cake

4

Proses memanggang di skip karena yang memasukkan ke oven saya …… 🙂

 

Setelah dipanggang ditambahkan coklat leleh diatasnya

5

Selanjutnya masuk kulkas biar cool ….. 🙂

SELAMAT MENCOBA

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveway Mini Sepotong Kue untuk Pakde

Sepotong-kue-untuk-Pakde-298x300

 

 

Posted in creative mind, Giveaway | 12 Comments

JANGAN MENENTANG OSPEK

Saat ini adalah tahun ajaran baru, dan issue yang terus didaur ulang adalah soal Orientasi Siswa Baru, dikenal dengan nama OSPEK atau MOS.

Sesuai namanya masa orientasi seharusnya masa dimana siswa atau mahasiswa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah yang sebenarnya, lingkungan akademis real.

Namun kenyataanya masa OSPEK / MOS adalah masa dimana siswa atau mahasiswa baru dibully dan dibodohi oleh para senior mereka.

Apapun alasannya, tidak ada satupun manfaat yang bisa didapatkan oleh mahasiswa baru melalui system orientasi seperti ini.

Kelak, jika Ivo ingin memilih universitas, maka hal yang akan saya perhatikan benar-benar adalah bagaimana masa orientasi mereka. Saya tidak mau prinsip “free thinker” yang saya terapkan dalam system pendidikan rumah, hancur dengan system orientasi yang salah. Saya tidak rela, anak saya dibully dan dibodohi.  

 

Menentang OPSPEK #1

Sebenarnya saya telah menentang OPSPEK sejak saya menjadi Mahasiswa Baru di Universitas Diponegoro, 19 tahun yang lalu.

Saat itu kami sebagai Maba diminta untuk mengumpulkan tanda tangan dengan cara mendatangi kos senior-senior kami. Saat saya bersama rekan saya mendatangi kos seorang senior pria, saya dan rekan saya merasa dilecehkan, kami disuruh menari dan bernyanyi di depan semua teman kos senior kami yang semuanya laki-laki.

Saya menolak dan saya tidak terima apa yang dilakukan senior tersebut, karena telah melecehkan harga diri saya dan sahabat saya sebagai perempuan. Sayapun melaporkan kejadian tersebut kepada badan pengawas Opspek.

Namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan, bukannya senior saya ditegur, namun justru saya yang dikeroyok para senior. Saya didudukkan di pojok lapangan dan dicaci maki serta diancam oleh lebih dari 20 orang.

Bisa dibayangkan, betapa down mental saya saat itu.

Namun saya selalu meyakinkan diri saya bahwa “Saya melakukan hal yang benar”, saya akan melawan semampu saya bila saya melihat kesewenang-wenangan.    

 

Menentang OPSPEK #2

Selanjutnya, saya menentang OPSPEK pada saat saya menjadi panitia OPSPEK, aneh ya.

Saat itu saya memang setuju untuk ditunjuk menjadi panitia OPSPEK, tujuan saya untuk melindungi mahasiswa baru dari senior-senior “perusuh” yang bukan panitia.

Setiap kali ada mahasiswa baru yang “dicatut” dari barisan oleh senior non panitia, saya akan berteriak lantang “Kembali ke barisan”, tentunya mahasiswa baru akan menuruti saya, mereka pikir saya membentak mereka, namun bentakan itu sebenarnya saya tujukan untuk senior-senior yang merusuh.

Akibatnya para seniorpun protes, karena mereka tidak bisa “bersenang-senang” membully mahasiswa baru.

Sayapun disidang lagi oleh mereka, tentunya disertai ancaman, bahwa saya tidak akan diluluskan pada mata praktikum yang mereka asistenin, dan sayapun menjawab “OK, saya berhenti jadi panitia sekarang” saya meletakkan hang tag di meja dan keluar ruangan.

Kembali hati kecil saya berkata “Saya melakukan hal yang benar”, saya tidak perlu takut.

Namun Ketua OPSPEK pada saat itu meminta saya untuk kembali, dia mengatakan dia masih perlu bantuan saya. Sayapun berkata, saya akan kembali, tetapi saya tidak akan mengubah prinsip saya.  

 

Menentang OPSPEK #3

Perlawanan saya terhadap OPSPEK yang ke 3 hampir saja membuat saya Drop Out.

Ini saya lakukan saat kami berada pada semester akhir (memasuki semester 9).

Saat itu saya berfikiran, bahwa adik-adik mahasiswa baru tidak perlu mendatangi kami, meminta tanda tangan kami dengan perasaan takut, untuk bisa mengenal kami.

Saya bersama rekan-rekan satu angkatanpun bertujuan untuk mengenalkan diri kami dan proses intelektual kampus dengan cara yang benar.

Yang kami lakukan saat itu adalah:

1.       Membuat bendera CHEMO raksasa (Lambang Kimia, F Mipa, UNDIP), tujuannya agar adik-adik kami bangga menjadi bagian dari warga Kimia, benderanya bisa terlihat dari fakultas-fakultas lain lho, saking besarnya.  

2.       Membuat majalah raksasa berisi hasil-hasil kreatifitas kami, dari mulai pantun, gambar, cerita, reportase, puisi, komik, dll. Kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan kampus itu tidak monoton, kami juga bisa berkreasi dan menyalurkan hobby.  

3.       Membuat poster berisi karikatur foto kami beserta deskripsi lucu tentang kami. Tujuannya agar adik-adik mahasiswa baru mengenal kami tidak cuma dari luar, namun juga mendapat informasi tentang kami. Kami hanya ingin menyampaikan, bahwa kami menerima kehadiran adik-adik dengan damai.    

4.       Membuat diagram penelitian kami masing-masing dan menempelkanya di tembok. Tujuannya kami ingin memperkenalkan proses intelektual di dalam kampus. Seandainya boleh, saat itu sebenarnya kami ingin mempresentasikan hasil-hasil penelitian kami juga. Sayang sistem OPSPEK pada saat itu tidak memungkinkan.  

 

Kemudian, dengan berbagai upaya kami satu angkatan, apakah kami mendapat dukungan dosen dan pihak kampus.

Jawabnya “TIDAK”, tidak sama sekali. Alih-alih mendapat dukungan kami semua malah diancam bahwa kami semua bakal di “DO”.

Sayapun kembali down saat itu, saya tidak rela karena inisiatif saya melakukan OPSPEK damai, rekan-rekan satu angkatan menjadi korban.

Sayapun mendatangi dosen saya, dan berkata “Pak, ini semua inisiatif saya, jika harus dihukum, hukumlah saya” Dan benar saja, saya hampir DO karenanya.

Skripsi saya tidak diterima, bahkan jurnal penelitian saya harus revisi puluhan kali dan masih terus salah.

Sayapun menghilang dari kampus, saya mengalah dengan sistem. Sekali lagi nurani saya berkata “Saya telah melakukan hal yang benar” dan masa depan saya akan baik-baik saja.

Setelah berbulan-bulan saya menghilang akhirnya saya dipanggil kembali untuk langsung ujian Skripsi. Sayapun berhasil menyandang gelar S.Si.   Hingga kini saya tidak pernah takut “Berjalan Melawan Arus” selama hati nurani saya berkata bahwa “saya melakukan hal yang benar”.

Posted in my heart | 9 Comments

MEMETAKAN POTENSI IVO

Ivo memang payah matematikanya, meskipun saya sudah coba berbagai metode dari Math Wizzard, Bubble Math, metode Waldorf sampe les kumon, dll.

Saat inipun selain les privat di rumah dia juga les Gasing (metode Prof. Yohanes Surya).

Tapi ya gitu ngitungnya tetep pake jari 😛 ……. tepok jidat.

Boro-boro dikasih rumus yang njlimet, operasi dasar matematika saja masih gagap …… 😛

Uniknya sejak dia senang belajar wirausaha, dia jadi bisa menghitung uang, nah ini baru metode ampuh untuk Ivo…….. 🙂

10491227_10200421961709509_3251001425951741394_n

jualan di Car Free Day

 

Hal lain yang Ivo benar-benar anti adalah olah raga, meski seminggu 4x dia les berenang dan setiap hari ayahnya mengawasi Ivo untuk melakukan latihan lari dan renang. Namun tetap saja Ivo belum bisa masuk klub seperti teman-temannya. Yah kami cuma bisa memaklumi, bagi kami yang terpenting dia sehat dan tidak terlalu gendut, itu saja…… pasrah banget ya ….. :p

Sementara kalo Science, tanpa disuruhpun dia akan belajar mandiri. Membuat resume dari textbook, menggambar setiap hal yang penting, mencari informasi tambahan dari You Tube dan mempresentasikan di depan saya dan papanya.

Setiap Science Assestment juga nilainya selalu A karena jawabannya benar semua, dia juga sering memberi tambahan informasi yang terkadang bikin teachernya bingung dan bengong ……. hihihi ….. maklum ga ada di textbook.

Kadang dia minta teachernya kasih tulisan plus dan minus setelah huruf A ……. agak kocak anaknya, dia ga suka kalo nilainya sama semua ….. biar beda-beda katanya 😛

1146727_3272727954956_454031162_nIvo (7 tahun) menggambar dinosaurus di kaos

 

Apalagi kalo menyangkut dinosaurus dan hewan purba, mulai dari jenis, bentuk, habitat, makanan, tempat diketemukan fosilnya hingga identifikasi spesies dia hafal sekali.

Dia juga belajar metode penggalian, konservasi hingga identifikasi bagian-bagian fosil dinosaurus. Kalo ini awalnya Ivo belajar dari film dokumentasi Dinosaur 13 yang menceritakan tentang penemuan fosil T-Rex terbesar dan terlengkap bernama Sue di South Dakota, Amerika.

11064624_1417765505197572_8999252913350315368_nHead study (belajar menggambar anatomi kepala dinosaurus)

Semula saya selalu melarang Ivo untuk terus-menerus belajar tentang dinosaurus. Tapi sekarang saya menyerah, karena ternyata dia kekeuh sekali dengan impiannya memiliki Taman Dinosaurus di suatu pulau di Indonesia. Sebuah cita-cita yang ga cuma ajaib tetapi juga sangat kompleks.

Awalnya karena Ivo nonton film Jurassic Park pada saat dia berumur sekitar 5 tahun, sejak saat itu segala sesuatunya pasti ada hubungannya dengan dinosaurus, Jurassic park, jungle dan kehidupan purba.

Uniknya lagi, pada saat dia berada di sekolah formal, segala pelajaran pasti dia jawab menyerempet ke 4 hal tersebut.

Apalagi saat Ivo menggambar, mungkin 90 persen gambar dia berhubungan dengan dinosaurus. Mayoritas mainannya juga bertema dinosaurus, prakarya juga rata-rata berhubungan dengan dinosaurus. Pokoknya dinosaurs minded banget ni anak …… 😀

Seperti ini nich contoh gambar Ivo

549771_2945176846383_1584878889_ngambar 3 tahun yang lalu, saat ivo berumur 6 tahun

 

10171890_1413795085594614_7414340287082137959_n gambar ivo tahun lalu, saat ivo berumur 8 tahun

Selain itu Ivo juga sangat mengilai Bricks (Lego dan sejenisnya), dari bayi preferensinya memang ke dunia rancang bangun. Kalo kebanyakan anak antengnya sama gejet, kalo bayi Ivo antengnya sama megablock.

Dari megablock, terus lanjut ke Lego dan sejenisnya. uniknya ivo bisa merangkai dengan waktu yang sangat singkat dan terkadang dia lihat gambarnya saja sudah bisa meraba-raba kira-kira lego yang mana yang bisa digunakan, hingga kami sering memberikan tantangan dari model kecil hingga yang ratusan pieces per setnya.

Ga berhenti dengan bricks, sekarang dia lagi demen-demennya lego technic, kemana-mana ember lego tecnicnya dibawa. Untung dia sudah cukup besar sekarang, jadi habis main diberesin sendiri.

Melihat kenyataan ini, dua minggu yang lalu kamipun berinisiatif untuk memasukan Ivo ke kursus robotik, Ivopun hepi luar biasa. Semoga ini salah satu jalan menuju masa depan terbaikmu nak.

 

PEMETAAN POTENSI OLEH AYAH EDY

Untung suatu saat saya bertemu Ayah Edy, seorang pakar parenting dan berkesempatan untuk mengkonsultasikan bagaimana kami (saya dan suami) bisa mendorong Ivo mencapai potensi maksimalnya.

11052489_10200444852321760_743105966302385200_n

Pada saat itu ayah Edy menanyakan kepada saya, apa kira-kira kharakter Ivo.

Saya jawab Sanguinis Kholeris sama seperti kharakter saya,

Ayah Edy-pun menjawab, kalo seperti ibu, cocoknya menjadi marketer atau entrepreneur.

Wah klop pikir saya sambil nyengir ……. 😛

Oya, just info, Sanguinis adalah kharaker yang populer dan mudah bergaul, sementara kholeris adalah sifat kepemimpinan.

Selanjutnya Ayah Edy menanyakan, apa clue dalam tumbuh kembang Ivo.

Sayapun menjawab, Dinosaurus, Lego, Menggambar dan Berjualan.

Kemudian beliau menanyakan, apakah Ivo sudah punya cita-cita

Sayapun menjawab sambil menahan tawa “Sudah Yah, cita-citanya ingin punya taman dinosaurus” 😛 seketika seluruh hadirinpun tertawa.

Anehnya Ayah Edy tidak merasa bahwa cita-cita Ivo itu aneh.

Beliau menjelaskan bahwa apa yang ivo inginkan kemungkinan sudah tertulis dalam book of life-nya Ivo (buku takdir)

Omg ….. sambil nelen ludah

Tadinya saya pikir Ayah Edy bakalan menyuruh saya mencarikan alternative lain untuk ivo, ternyata beliau malah mendukung.

Duh gusti …….. trus aku kudu piye  (kalo orang jawa bilang)

Sebagai seorang emak yang sangat standar, saya masih gagal membayangkan dalam pikiran saya perwujudan taman dinosaurus di suatu pulau.

Pernah sich main pake kardus dan lego, tapi benerannya khan ga semudah itu.

Sayapun lantas bertanya kepada Ayah Edy, trus menurut ayah apa yang seharusnya saya lakukan?

Beliaupun menjawab singkat, carikan Ivo sekolah bisnis terbaik di dunia …… what???? Berapa duit yak kira-kira diperlukan untuk sekolah disana……. langsung puyeng, serasa dolar muter-muter di kepala …. hihihi

Namun segera saya tepis pikiran itu, begitu Ayah Edy mengatakan bahwa Allah SWT pasti memberikan jalan, jika itu adalah takdir Ivo.

Sayapun hanya bisa mengamini dalam hati.

Kemudian saya masih bertanya lagi, trus bagaimana dengan dinosaurusnya ayah?

Beliau mengatakan bahwa kecintaan Ivo terhadap dinosaurus akan memberinya jalan untuk terus mengeksplorasi, beliau meyakinkan bahwa Ivo bisa belajar secara ortodidak.

Dan beliau bahkan mengapresiasi pilihan saya untuk menjadi praktisi homeschooling seperti halnya Ayah Edy.

Meski harus saya cerna lebih dalam, namun saya sudah merasa tercerahkan sejak bertemu dengan beliau.

282530_1435202457967_1983310_n

Bersama suami, kini kami lebih jarang memaksakan kehendak terhadap Ivo

Kami akhirnya sepakat untuk mengantarkan Ivo pada garis takdirnya.

Seberat apapun, semoga Allah SWT memberi jalan.

Amiiin YRA

Posted in my heart | Tagged , , | 22 Comments

Kelas Inspirasi bersama Greenpeace International Campaigner

Homeschooling Diary,
Kamis, 19 February 2015

What a great day untuk homeschoolers today
Karena kedatangan guest teacher istimewa, Bli Gus West, beliau ini adalah International Campaigner untuk Greenpeace

11001817_1400813453559444_4230243379627953583_n

Tau dunk apa itu Greenpeace, itu loh yang suka protes dan pasang-pasang spanduk raksasa ……  🙂
Shortly mereka ini adalah the voice of mother earth, aksi-aksi mereka memang ditujukan untuk membuka mata dunia mengenai masalah-masalah lingkungan, rata-rata yang sudah kronis dan berpotensi mengancam kehidupan di Bumi.

Awalnya sich cuma iseng, coba Pm beliau untuk mengisi kelas inspirasi, pikiran saya mumpung beliau di Bali, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin ….. Hihihi…… tapi pemanfaatan yang bertanggung jawab …..cieee
Alhamdullilah beliau menanggapi positif dan bersedia menjadi guest teacher untuk kelas inspirasi kami…….. Yeaaaa …… Jejingkrakan ga jelas (Sensor ….. Nuuut …. Nuuut …. Nuuut)

402681_10151121660735475_231404167_n

Pagi ini Bli Gus West datang tepat waktu,  langsung dech disambut beberapa anak yang memang sudah stand by dan ga kalah para orang tua yang sedari pagi sudah kepo maksimal.
Kira-kira orang Greenpeace itu bentuknya seperti apa ya, kok nyalinya guede bangets.
Ternyata begitu ketemu, sama juga seperti kita lho, cuma dalemannya yang beda …. Aih ngomongin daleman ….. 😛
Nah kualitas personal beliau ini-lah yang ingin kami jadikan inspirasi bagi anak-anak homeschool kami.

Bener-bener ga nyangka, bahwa Bli Gus West dulunya hanya seorang anak kampung dari Jembrana, Bali, yang memiliki cita-cita sederhana sebagai seorang Seniman (Pelukis).

Dalam perkembangannya, beliau yang sudah yatim piatu sejak berumur 10 tahun, ternyata memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan.
Awalnya beliau bilang, kalo beliau dianggap nakal dan kurang disukai guru, karena sering melontarkan berbagai pertanyaan yang membuat bingung gurunya.
Jadi ngebanyangin gimana Bli Gus protes waktu kecil ……. kira-kira bikin poster trus muter-muter keliling kelas kali ye ……. Hihihi ….. Dasar emak lebay …. 😛

Begitu beliau menginjak remaja, kepedulian beliau semakin kuat. Pada saat itu memang tidak mudah untuk mendeklarasikan diri sebagai oposisi pemerintah …… Jaman Orba gitu loh.

Meski begitu semangat beliau untuk menyuarakan idealisme-idealismenya tak terbendung, beliaupun berupaya untuk bisa memperjuangkan panggilan hatinya, hingga akhirnya pada tahun 2004 Beliau memutuskan untuk bergabung dengan Greenpeace.
Apaaaa??? ….. Bergabung dengan Greenpeace, segitu mudahnya kah, tentu tidak, pastinya melalui seleksi yang super duper ketat lah.
Apalagi pada saat itu Indonesia adalah salah satu negara yang sangat tidak welcome dengan Organisasi Lingkungan ini.
Saat itu Bli Gus bergabung dengan Greenpeace Asia Tenggara, karena memang pada saat itu Greenpeace hanya memiliki kantor perwakilan di Thailand dan Philipina.

Berkat negosiasi dan konsistensi beliau menginisiasi Greenpeace Indonesia, akhirnya pada bulan juli tahun 2005 Greenpeace berhasil membuka kantor perwakilan mereka di Bogor, dimotori hanya oleh 4 orang saja ( the 4 musketeers) termasuk Bli Gus tentunya.
Pada saat itu, memang masa-masa yang tidak mudah bagi Greenpeace Indonesia musketeers ini. Penolakan dari berbagai elemen yang mengatasnamakan “masyarakat” terus berdatangan, merekapun sempat di ancam dan dipaksa untuk menutup kantor perwakilan mereka.
Bahkan beberapa kali Kapal Greenpeace ditolak masuk ke perairan Indonesia.
Alhamdullilah meski ada sedikit resistensi di masa lalu,  kini Greenpeace Indonesia makin berjaya.

Sebagai international campaigner, kiprah Bli Gus tidak hanya seputaran Indonesia atau Asia Tenggara, namun seluruh dunia. Beliaupun tercatat sebagai satu satunya orang Indonesia yang menjadi crew tetap ketiga kapal Greenpeace yaitu Ezperanza, Rainbow Warrior dan Artic Sunrise.

10659258_922322287783028_384842344997573772_n

Kalo pernah dengar beberapa waktu lalu Dunia digemparkan oleh penangkapan 30 aktivis Greenpeace awak Kapal Artic Sunrise (Artic 30) di perairan Artic oleh patroli laut Rusia, Bli Gus ini bisa dikatakan survivor dari peristiwa tersebut.
Pasalnya beliau seharusnya pada saat penangkapan bertugas di Kapal tersebut, namun beliau terlambat kembali ke Kapal, itu sebabnya Bli Gus tidak tertangkap.

Aktivitas Bli Gus diluar Greenpeace juga ga kalah keren lho, dengan background pendidikan beliau di bidang seni lukis, beliaupun menggunakan lukisan di berbagai media untuk mengekspresikan idealismenya.
Dari kertas, kanvas, tembok, mobil hingga kapal Greenpeace pun pernah menjadi media masterpiece beliau …… mungkin yang kelewat cuma media bak truk aja …… hihihi ….. bukan begitu Bli …. 😛

20130630RW-Arrival in Bali01

Sebagai orang Bali, beliau juga memiliki perhatian yang besar terhadap isu-isu lingkungan lokal. Termasuk diantaranya massive movement Bali Tolak Reklamasi.
Kalo pernah ke Bali pasti tahu dunk gerakan protes ini, paling tidak pasti pernah lihat baliho-nya, karena memang hampir di setiap persimpangan utama ada.

20140921133331-aksi-demo-di-bundaran-hi-menolak-keras-reklamasi-teluk-benoa-006-nfi

Akhirnya, saya dan keluarga hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Bli Gus yang sudah meluangkan waktunya untuk menginspirasi kami dan anak-anak kami.

10998878_1400818270225629_2704784418729682036_n

Keep shining and stays as a voice of mother earth.

Posted in Significant People | 2 Comments