Diary Ngocol Istri Bule (Akhirnya Kaweeeen MaK)

Part 5. Akhirnya Kaweeen Mak

Sekembalinya aku ke Semarang, tak berapa lama kami memutuskan untuk menikah. Persiapanpun dimulai, dari ngurus surat-surat, cari gedung, cari EO, dll.

Bolak-balik semarang –balipun kami lakukan mengingat Konsulat Belanda ada di Bali dan Kantor KUA ada di Semarang.

396535_1799829773422_496648979_n

Ada cerita tersendiri mengenai pencarian gedung ini, aku maunya di rumah saja, pesta kecil-kecilan, maksudku daripada buang 2 duit, mending kasih mentahanya aja dech  …. ngarep.com

Ortuku maunya di GOR Patriot, soalnya tetangga kita yg berkelas kawinanya kebanyakan disitu, tapi begitu kita cek bareng2 sama Ruud, dia langsung tolak mentah-mentah dengan alasan dia & teman2nya ga bisa pake toilet jongkok….. ampun dech.

Sementara Ruud maunya di Aula Hotel Bintang 4, dan papaku ga setuju karena takut sodara yg dari kampung sendalnya pada dilepas sebelum masuk, kayak di mesjid….:P

Aduh pusing dech, cultural gap ini memang bikin puyeng…. J

Hingga suatu hari kita lewat Jl. Siliwangi dan lihat restaurant Vina House yg berarsiktektur colonial. Karena penasaran kita mampir, dan untungnya ketemu dengan ownernya yang sangat ramah.

Ketika kita utarakan bahwa kita sedang cari tempat untuk resepsi, merekapun sangat antusias.

Akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan all in service dari Vina House, meski mereka belum pernah mengadakan event pernikahan sebelumnya, but they definitely do their best.

Sebulan sebelum big day, persiapan begitu intens, dari mulai rapat tiap hari di rumah ortu, anak-anak tetangga tiap hari berlatih nari jawa, sampai ngajarin pak penghulu bahasa inggris tiap pagi di KUA, karena Ruud maksa ijab qobulnya musti pake bahasa Inggris…. ampyun dah.

Kebetulan pernikahan kita pada bulan haji, sehingga saat itu banyak sekali orang berjualan kambing di jalan. Saat melewati pasar kambing dadakan di Banyumanik, si Ruud tiba-tiba bertanya ke Papaku “General Untoro, mau kambing”, karena dikira bercanda Papaku jawab “Boleh Ruud, boleh”.

E…. beneran ditanggapi serius sama Ruud, siangnya dia ngajakin ke ADA Banyumanik untuk ambil uang di ATM. Setelahnya dia makan di McD, sementara aku belanja di supermarket.

Saat belanja, tiba2 ditelpon Ruud, kalo tas pinggangnya hilang, padahal semua dokumen, credit card, atm, dll ada disitu. Termasuk juga uang 15 juta yg barusan dia ambil.

Bingung bercampur panic, aku terus berdoa, sementara si Ruud ngamuk2 di McD. Entah kenapa aku punya pikiran untuk ngubek-ngubek tong sampah di seluruh ADA. Walhasil ketemu juga tu Tas Pinggang di tong sampah toilet McD. Alhamdullilah, meski uangnya raib, tapi semua dokumen dll masih utuh.

Karena tak ingin mengingkari janji, si Ruud bersikeras untuk ambil uang lagi demi membelikan Papaku seekor kambing. Meski agak bingung, papaku terima juga, papa pikir inilah mas kawinnya ……

“Ampun ni bule, kok anak gw dituker kambing yak…. :P”

Setelah dijelaskan baru papa mengerti bahwa itu hadiah dari Ruud, ga ada hubungannya ama mas kawin, akhirnya papa bilang ya udah ini buat aqiqoh aja.

(The Wedding Day)

Pada H-2, berbagai upacara adat sudah dimulai dari banca’an mendirikan tenda dengan mengundang anak-anak tetangga buat makan tumpeng bersama di tampah (tempat mensortir beras), malamnya selamatan dan saat itu aku sudah mulai dipingit karena ini malam widodaren.

Hari berikutnya, dari pagi sudah harus puasa dan berdoa demi kelancaran segala acara, siangnya acara siraman, gendongan, potong rambut, jual dawet, dulangan, dll. Segala prosesi ini melambangkan bagaimana orang tua kita merawat kita sedari kecil, mencari nafkah buat kita dan kini mereka siap melepas putrinya to the next stage of life. Si Ruud tidak mau upacara siraman karena dia pikir dia musti telanjang dan dimandiin rame-rame,…. hehehe…. So silly …. Begitu lihat fotonya dia ngiri kenapa ga ikut upacara ini…. Nah lo…. 🙂

Malamnya upacara lamaran, Ruud bersama teman-temanya yg sebagian besar expat menunggu di rumah tetangga untuk membawa nampan2 lamaran. Sementara aku menunggu di kamar karena memang tidak diijinkan untuk keluar sama sekali.

Singkat cerita, upacarapun dimulai dengan penerimaan lamaran dari pihak laki, kemudian tukar cincin dan diakhiri dengan pemberian nampan tanda terima kasih dari pihak wanita ke calon pengantin pria. Merekapun pulang ke hotel masing-masing karena memang kebanyakan dari mereka dari luar semarang, dan beberapa orang bahkan sengaja datang dari Belanda untuk menghadiri pernikahan kita.

Today is the big day, semua orang sudah berkumpul sedari pagi, beberapa rekan Ruud yg ikut didandanin juga sudah pada datang. Namun hingga acara ijab qobul hampir dimulai kok Ruud belum nongol juga, ditelpon juga ga diangkat …… waduh… jangan2 ngabur nich calon laki ane….:(.

Alhamdullilah ga berapa lama si Ruud nelpon, dia bilang bangun kesiangan gara-gara semalaman ngobrol ama teman2nya, maklum juga sich karena mereka emang jarang ketemu.

Begitu Ruud turun dari mobil dan berjalan di gang menuju rumah ortuku, semua hadirin berdiri, namun si Ruud ga sadar kalo mereka berdiri untuk menghormatinya. E…. begitu nyampe malah dia duduk di kursi tamu paling ujung, semua pada senyum-senyum tapi akhirnya mereka juga ikut duduk. Untung panitianya sigap, kontan si Ruud disamperin dan diajak duduk di meja ijab qobul. E …. dia bilang “Nanti pak, I want a tea, I’m lapar sekali”, duh kasihan, dia ternyata ga sempet sarapan …. para hadirinpun terlihat iba… J

Setelah Ruud selesai makan, Ijab qobulpun dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an.

Selanjutnya Pak penghulu membacakan naskah Ijab qobul dalam bahasa Inggris sbb: “Ruud Bookelmann, are you accept to marry SH Ferdias with bride prices a praying equipments and 22 grams of gold jewelry”, e…. langsung dijawab sama Ruud “I do”, pak penghulu langsung bilang, “Tidak sah, harus diulang”, waduh.

Sambil berbisik kutanya Ruud “Wheres the paper that I gave you for this”….e dia bilang “ I forgot”, akhirnya kita carikan salinannya dan alhamdullilah ketemu.

Ijab qobulpun diulang lagi, kali ini si Ruud kembali menjawab “I do”, dan setelah kita jelaskan kesalahannya baru Ijab qobul bisa sah pada pengulangan ke tiga….Fiuuuuh… ni orang bikin keringat gw sejagung-jagung.

Setelah prosesi Ijab Qobul selesai, upacara adatpun dimulai lagi, mulai dari upacara injak telur, sungkeman, pangkon, kacar-kucur, dulangan, dll. Bertindak sebagai ortu Ruud, Mike seorang sahabat dari Kanada sebagai Bapak dan Jammie, seorang sahabat dari perancis sebagai ibu.

Meskipun agak aneh menurut mereka, akan tetapi mereka terlihat sangat menikmati kekayaan budaya kita, berupa prosesi upacara yang indah.

(It’s Party Time)

Setelah selesai upacara adat, kamipun ke Hotel Grand Candi, tempat Ruud menginap. Belum sempat istirahat, kamipun harus berganti dandanan untuk resepsi malam harinya, anehnya diriku ga sedikitpun merasa cape, mungkin karena happy dan overexcited.

Malam itupun kami berangkat berombongan dari Hotel Grand Candi, mulanya ruud bingung ketika dia lihat banyak PM mengawal rombongan kita. Tapi setelah kita jelaskan bahwa kita menyewa mereka, diapun amazed, dia bilang

“Wow…. You can rent them for our wedding” ….. hihihi ….

Maklum dinegrinya sono ga mungkin polisi atau tentara bisa disewa buat kawinan….:P …. Cuma Ratu Belanda  aja yang bisa dapat pengawalan begini….:)

Malam itu Vina House didekor luar biasa indah, mereka telah mempersiapkan seluruh gedung yang terdiri dari 4 lantai cuma untuk pernikahan kita.

Lantai 1 untuk penerima tamu dan display foto2 kita, lantai 2 untuk ruang ganti dan istirahat para panitia dan crew pendukung yg jumlahnya tidak kurang dari 70 orang, lantai 3 untuk pelaminan dan resepsi, lantai 4 untuk entertainment & show.

Begitu sampai ke lantai 3, sudah cukup banyak tamu yang menunggu, begitu sampai ke pelaminan, merekapun berbaris untuk bersalaman dengan kita,….puanjaaaaang sekali, karena mereka terus berdatanggan. Meski kita cuma mempersiapkan segalanya untuk 500 undangan, namun yang datang tidak kurang dari 1.500 tamu,…. Wow,

Si Ruud pun sampe mengeluh “You should tell me before, then I will order wooden hands”…… yaela …. masak tamu disuruh salaman ama kayu sich …. yang bener aje Ruud.

Rasa lega tak terhingga ketika MC memulai acara yg artinya tangan kita bisa istirahat sejenak. Dimulai dari hiburan kendang tradisional, dilanjutkan dengan tari-tarian tradisional yg dibawakan anak-anak tetangga.  para hadirin terlihat relax dan sangat menikmati.  Selanjutnya pemotongan wedding cake yang indah dan buffet dinner.

Menginjak jam 9 malam, bukanya pada bubaran, e malah party pindah ke lante 4 yang memang merupakan Entertainment room di Vina House.

Sementara crew band bersiap-siap, pihak panitia memintaku menyanyikan lagu One Moment in Time,…..Glek ….. jujur denger lagu ini aja belum pernah  😦 , Namun mereka ga kehabisan akal, diculiknya diriku di satu ruangan khusus dan diperdengarkan lagu ini, di suruh latihan bentar sambil dibawain contekan. Ok … whatever lah ….. just for tonight gw jabanin … ga ada lagi putri malu ….  tendang jauuuuuuh!!!

Sebagian besar tamu sudah pindah dan sebagian lagi pulang, sementara band dan crewpun siap. Mc undangan yg notabene Konsul Honorer Kerajaan Belanda juga ready…. Feel so special… 🙂

Akupun menaiki tangga belakang ke lantai 4 dengan membawa flower bucket dan contekan , pada pertengahan jalan aku sudah mulai menyanyi  “ Today I lived ….  I want to be …..  the day to give …. the best of me …… para hadirinpun tersedot perhatiannya ke pintu belakang, dan begitu diriku nongol, langsung applause meriah memenuhi gedung ….  mukakupun merah menahan malu …. Maklum bukan biduan….

Meski suaraku agak bergetar setelah itu, karena memang detak jantungku yg tiba2 menjadi super cepat, namun alhamdullilah seluruh lagu berhasil ku selesaikan, …… dalam hatiku ….. no more singing in front of the public forever … ever … ever,  karena ditonton orang banyak itu mengerikan.

Setelah selesai menyanyi, akupun melempar flower bucket kepada para jomblowaties. Setelah scramble, jumble & struggle, akhirnya flower bucket-ku sampai kepada jomblowati terbaik….. yeaaaaa

Setelahnya Mr. MC menyampaikan titipan Ratu Belanda berupa plakat kenegaraan Belanda, dan dia bilang “For our beloved couple Ruud & Ferdy, in the name of your highness Queen Beatrix van Oranje I gives you this placate, as a symbol of her  blessings to your marriage”, dan Plakat kayu tersebut diterima oleh Ruud, sambil nyengir….hihihi.

Konyol banget ni orang pikirku …… tapi idenya ok juga…. :P.

Setelahnya beliau berpidatolah panjang lebar, ga kalah sama inspektur upacara. Tapi anehnya ga bikin ngantuk, karena kocak banget dengan bahasa Inggris campur Indonesia yang lucu dan unik.

Kegembiraanpun berlanjut dengan tampilnya Parodi Figaro, sumbangan teman-teman Ruud dari LEC (Londo Edan Club)….  Asli lucu, heboh dan seru.

Untuk pertunjukan ini, tak tanggung2 mereka membuat dekor semingguan di pabrik mereka dan memasangnya seharian di Vina House. ….. well done & well prepared.

Selanjutnya acara bebas dan semua bisa dance & sing all night long, saking enjoy-nya sampai rombongan pengantin meninggalkan Vina House-pun, mereka semua ga pulang-pulang, kayaknya pada nunggu diusir dech …..wkkk

Pulangnya kita ke Hotel Grand Candi lagi, karena rumah ortu seperti kapal pecah dan overcrowded, itupun sudah jam 2 pagi …. alamak ….. begitu lihat kasur sudah langsung molor.

Pagi hari kembali heboh, karena kesibukan hari H, jadi lupa bawa baju ganti ke hotel. Jadi optionnya Cuma baju pengantin dan piyama handuk hotel. Padahal, pagi itu Ruud sudah berjanji untuk breakfast bersama teman2nya…. Duh gimana nih…. 😦

Sepintas mataku melirik ke ujung meja, ada hantaran dari kain yang berbentuk bebek. Tanpa pikir panjang, ku bongkar sang bebek, dan …. Woilla….. bebek ini berubah jadi daster batik….

Mending dech daripada pake piyama handuk…. 😛

Begitu kita turun dari elevator, sudah banyak teman2 Ruud yang menunggu di meja panjang yg memang mereka reserved. Selama sarapan merekapun tak henti-hentinya membicarakan pesta pernikahan kami….. Ada rasa syukur di hati coz it’s definitely a day to remember.

Bersambung ………..

 

 

Semoga postingan ini ikut memperramai dan memperheboh acara Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine

logo GA

Met Anniversary ya Mbak Uniek & Mas Denny, semoga langgeng sampai kakek nenek

Advertisements
This entry was posted in Diary Ngocol Istri Bule. Bookmark the permalink.

30 Responses to Diary Ngocol Istri Bule (Akhirnya Kaweeeen MaK)

  1. Eonni says:

    Psstt jd inget pas Ruud mulai jalan di gang .. nggak ada kalemnya blaass .. ala ala koboy padahal make jarik heheheh

  2. Atid manies :-D says:

    hihihihi2..always make me remember crita2 lucu yg lain kalau pas dalon ke rumah mu mbak..never get bored…:-)

  3. Umi says:

    Seru baca ceritanya. Congrats ya mbak Ferdi smoga langgeng sampai akhir hayat.

  4. hahahaha…seru pisaaaan…aduuuh, pake acara kehilangan tas segala lagi ya mbaa..tapi kalau ngg gitu ngg seru…salah satu tanteku juga menikah dengan orang Belanda, jadi seruuu hihihi…apalagi kalau keluarga besar kumpul…cheers…dan semoga langgeng selalu yaa mbaaa…

  5. enci harmoni says:

    ketawa guling2 pas baca pengantennya kelaperan….saya bisa merasakan keseruannya…. ampun pun lucune….

  6. Mariana says:

    Seru banget mbak mak nikahannya, ada ada aja ya kejadiannya 🙂

  7. alah alah Ruud, I do…. I do… bojomu lucu yo Fer 😀
    Terima kasih utk partisipasinya di GA-ku ya mommy Ivo, semoga ceritamu menghibur dan menginspirasi para pembacanya 😉

  8. Kania says:

    Mba Ferdy..bisa jadi buku nih mba pengalaman kocak n romantic ya…

  9. Mugniar says:

    Aiih baru baca ini mak .. seruuuu 🙂

  10. ceritanya bikin nyesel, nyesel karena ndak tau kalo ternyata ada party-nya.. 😀

  11. Ophi Ziadah says:

    whuahahah…kocak..kocak mak..seru banget nih, bisa dibikin sinetron nih mak hihihi

  12. ziasubhan says:

    Seru banget ya mak, cerita dan perjalanan asmaranya. Semoga selalu dalam keberkahan dalam keluarganya. Saya baca sampe ga kerasa udah di paragraf terakhir. I want more hehehe…

    Salam hangat,
    Zia

  13. mamaboetobi says:

    Hihiiii…kanan memang heboooh yooo mak…tapi selalu seruuuu..dan banyak cerita kocak nya hehehe…yang penting happy terus et langganan yooo maaak..mmuaaah

  14. istiadzah says:

    huakakkakakkaak akhirnyaaa bisa baca lagi lanjutannya. Kocak, maaaaaaak! 😀

  15. Uwien Budi says:

    wkwkwk, ikut merasakan keseruannya. peristiwa2 menjelang pernikahan emang tak terlupakan, ya Mak . 😀

  16. arintasetia says:

    lucu banget sumpah seru!!!

  17. Archa bella says:

    Setia ngikutin…
    Seruuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s