Diary Ngocol Istri Bule (Indonesie Van Netherland)

Part 7. Indonesie Van Netherland

Pasar Krempyeng (Flea Market)
Istirahat ga mau lama-lama dunk ….. Yeaaa …. kebetulan hari ini hari kamis, biasanya di Arnhem City Centrum (Jansplaats) ada pasar krempyeng (dadakan),  karena sudah beberapa minggu  ini terlewatkan…… pagi ini jadi semangat banget, karena denger-denger sich disini bisa dapet cinderamata khas holland yang murmer.
Mulanya pengen beli baju tradisional Holland lengkap dengan topi  dan terompahnya, tapi setelah muter-muter, ternyata ga ada yang jualan pakaian adat belanda, yang ada malah baju-baju made in Indonesia, China dan Portugese ….. Payah nich, kalo yg model begini mah di tanah abang  juga banyak …. :(

indonesie bridge
Kemudian kita ke los F&B, disini kita berdua cukup bersemangat nyobain tradisional snack dari biterballen, kroket, berbagai cheese, pofertjes, dll, snack dari luar holland juga ada dari mulai kebab, swarma, nasi rames, nasi goreng sampe sate ayam. Cuma jangan dibayangin sate ayamnya sama kayak satenya bu bariyah yang super yummy, disana sate ayamnya segede gaban, bumbunya juga dari dispenser, jadi ga ada aroma khas cobeknya ……  pokoknya beda banget dech.

Karena belum dapat cinderamata, kamipun lanjut ke pasar barang antik, begitu masuk udah seneng banget karena disini memang banyak cinderamata unik khas belanda, dari mulai home wares, piring hias, stationary, keramik, patung, lukisan, pin, asbak, boneka, dll. Kamipun membeli secukupnya, sekedar untuk oleh-oleh.

Sebelum pulang si Ruud ngajakin lunch di toko Rasasari, yang merupakan satu-satunya toko dan restaurant di Arnhem dengan cita rasa Indonesia yang mantep dilidahku.  Disini mereka juga menyediakan berbagai snack tradisional, termasuk manisan mangga dan permen asem yang merupakan suplemen wajibku saat hamil ….. :(
Pulangnya kita dapat surat cinta dari pak polisi gara-gara salah parkir, tapi Ruud ga kehabisan akal, dia langsung pindah parkir di Mall dan jalan kaki ke kantor polisi, dia bilang begini kira-kira kalo diterjemahin “maaf pak, tadi saya salah parkir karena emergency, Istri saya sering kebelet pipis gara-gara hamil, kalo ga ketemu toilet bisa-bisa dia ngompol dech” ….. Yee ….  kok jadi aye sich yang disalahin bang, …. :(
Meski kulihat keningnya berkerut, tak urung Pak polisi tersebut membatalkan surat tilangnya….. Alhamdullilah …. :)

Sampai apartemen langsung nyuci baju, sementara si Ruud bobo siang.
Pas nengok keluar jendela kok kayak ada banyak bulu angsa melayang-layang yak, persis banget seperti yang kita lihat di prakiraan cuaca minggu lalu.
Spontan akupun berteriak …….  Snow falling, snow falling, wake up Ruud, the snow is falling….
Ruudpun langsung bangun, dan begitu buka pintu dia nanya “Where’s the snow”, begitu ku tunjuk “there” diapun melihatku dan spontan kita berdua ngakak, karena yang kukira salju adalah sekumpulan dandelion yang tertiup angin ….. Hihihi ….. bener-bener parah katroknya …. tepok jidat … :p

Nijmegen
Malam itu aku bertanya “Ruud, do you know where’s Indonesian scholar study” diapun menjawab “maybe Nijmegen, coz there they have a lot of university”, ku bilang ” Oooo, Ok”, kitapun sepakat untuk ke Nijmegen besok pagi.

Pagi ini tumben super dingin, padahal seharusnya sudah musim semi, tapi entah kenapa suhu masih berkisar 5 derajad, padahal sudah jam 9. Dengan baju bertumpuk-tumpuk akhirnya kita tetap berangkat.
Begitu turun dari mobil, mataku langsung tertuju pada sebuah bangunan unik, terdiri dari 2 lantai, pada setiap lantainya disekat jadi 3, pada masing-masing blok terdapat seorang perempuan mengenakan pakaian dalam.
Kupikir, kok ada ya toko pake orang beneran di etalasenya.
Karena bingung bercampur heran, akupun bertanya “Why do they wear underwear only, it’s very cold here” sambil ngakak dia jawab” they are pro***tute”, ….. Omg….., akupun mengangguk tanda mengerti.
Spontan aku mengambil kamera saku, begitu melihatku bawa kamera, mereka semua lari dan ngumpet….. Yaudah kalo ga mau difoto, kamipun berlalu sambil mikir, kok di kota pelajar ada “red light”  juga ya …..
Ah jangan suudzon dulu, mungkin mereka cuma belajar biologi dan anatomi disini …. Hehehe ….. :p

Selanjutnya kita berkeliling City Centrum, memang seni budaya sangat menonjol disini, dari mulai pertunjukan theater jalanan, dancing on the street,  pantomim, dll, semua dilakukan oleh para pelajar seni disana.
Berbagai bangunan jaman renaissance juga masih terjaga keindahannya. Kamipun mengunjungi beberapa sekolah seni dan beberapa gereja sekedar untuk mengagumi arsitekturnya.
Yang menarik perhatianku pada setiap gereja terdapat orjen kuno yang sangat besar dan indah.
Di beberapa gereja, lonceng di towerpun diganti dengan kotak musik raksasa yang berbunyi pada jam-jam tertentu.

Ada satu bangunan yang selalu ku ingat keindahannya, yaitu St. Stevens Church, detail arsitektur yang luar biasa menjadikannya sebagai ikon kota Nijmegen.

Namun sayang, setelah seharian muter,  kok ga ada bau-bau orang Indonesia et all yak ….. keknya emang ga ada yang pada sekolah disini nich ….. :(

Broonbeek
Malam itu setelah dinner kita nonton TV, agak heran juga lihat iklan yang kira-kira kalo diterjemahkan begini “Karena Perang di Afganistan, banyak binatang yang menderita karena kehilangan pemiliknya, Tolong berikan donasi ke rekening bla…bla…bla, untuk menyelamatkan mereka”,
dengan agak sewot aku ngomel sendiri “Emang dasar gelo, bukannya penduduk yang dibantu e…. malah mikirin binatang, dasar kolonial”,
membaca raut mukaku si Ruud bertanya “What you mean colonial”, kujawab “the ad”….. Diapun senyum sambil bilang “you are crazy” (karena gw sewot ama iklan) …. Hihihi
“By the way, do you want to meet old colonial”, Ruud bertanya padaku, …..
Rada-rada ga percaya akupun menjawab “Are they still alive” …..
curiga jangan-jangan mo diajakin tour ke pemakaman umum nich …. :(
E…. dia bilang …. “Ya, sure, you’ll see”, yaudah ku iyain aja…. terserah lu dech pikirku.

Seperti yang dia janjikan, hari itu Ruud mengajakku ke Broonbeek yang merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah Belanda untuk veteran KNIL dari Indonesia.
Kompleks ini sangat luas, didalamnya terdapat museum kolonialisasi Belanda atas Indonesia, restaurant yang juga tempat gathering veteran KNIL dan juga perumahan/asrama untuk veteran KNIL yang disetting indah dalam sebuah taman yang luas dan asri.
Jujur ada rasa haru berada disini, sungguh ironis melihat pemerintah Belanda begitu memperhatikan para veterannya asal Indonesia, menghargai jasa mereka setinggi-tingginya dan memberi kesejahteraan yang layak.
Sementara disini, para eyang yang dulu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Sisa kebanggaan mereka hanyalah topi kuning tua dengan pin veteran dan memory perjuangan mereka, tak ada penghargaan lain, tak ada penghormatan setinggi-tingginya apalagi fasilitas memadai, bahkan gedung-gedung veteranpun kini telah beralih fungsi.
Perjuangan mereka seolah terlupakan digerus arus jaman ….. :(

Memasuki museum kolonialisasi Belanda atas Indonesia, kamipun disambut oleh salah satu veteran KNIL asal Aceh, sebut saja namanya Pak Hans, beliau langsung bisa mengenaliku sebagai orang indonesia, beliaupun mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia yang sangat halus dan sopan. “Saya Hans, eks KNIL, adik dari Indonesia ya” akupun menjabat tangannya dan memperkenalkan diriku.
Pak Hans-pun menawarkan diri untuk menjadi guide kita hari itu dengan alasan yang sangat sederhana yaitu ingin bercengkerama dalam bahasa Indonesia, sesuatu yang tidak beliau rasakan selama lebih dari 50 tahun tinggal di Belanda….. Wow …. sambil koprol …. :)

Pertama Pak Hans mengajak kita ke perpustakaan yang sangat luas dan juga merupakan ruang arsip. Disini berbagai literatur mengenai 350 tahun kolonialisasi Belanda atas Indonesia masih terawat dan tersimpan rapi.  Mereka juga memperlihatkan buku-buku sejarah terbitan indonesia yang pada halaman terimakasihnya menyebutkan Musium Bronbeek sebagai sumber sejarahnya….. Luar biasa

Berada di musium ini, bener-bener ga kerasa kalo lagi di holland, semua orang menyapaku dengan bahasa Indonesia, bahkan petugas perpustakaan yang asli belandapun juga sangat fasih berbahasa Indonesia ….. Feel like @ home … ;)

Saat kami keluar dari ruang arsip, kami melewati sekelompok Bapak-bapak veteran KNIL sedang berbincang, tak urung Pak Hans-pun memperkenalkan mereka kepada kami.
Di depan mereka, Pak Hans berkata “Maafkan kami ya dik, karena kami memilih Belanda”, tanpa bisa berkata-kata akupun tersenyum, mencoba memahami kepedihan mereka.
Tentu saja bukan secara material, namun secara moral mereka harus menyandang label penghianat hingga akhir hayat.
Merekapun masuk  black list imigrasi Indonesia, sehingga mereka tidak bisa mengunjungi sanak famili yang masih berada di Indonesia.
Bahkan berbagai donasi merekapun selalu ditolak oleh pemerintah kita.
Sungguh ironis …. jika penolakan ini cuma didasari oleh ego dan arogansi yang tidak pada tempatnya.

Cukup banyak yang bisa kita pelajari dari artefak-artefak yang tersimpan di Musium ini, mulai dari foto dan lukisan jadul, replika ruang kantor gubernur jendral hindia belanda, berbagai meriam rampasan dari kerajaan-kerajaan nusantara, diorama, poster-poster propaganda, peta strategi perang, berbagai alat musik tradisional, seragam militer, tanda pangkat dan lambang kesatuan pasukan belanda, berbagai artefak mengenai KNIL hingga surat-surat perintah dari pihak Indonesia maupun Belanda.

Yang sungguh menarik perhatianku adalah Surat Perintah Asli dari Jendral Sudirman untuk memindahkan pasukan ….. Jujur lupa pasukan mana dan harus pindah kemana…. :(
Namun yang menjadi pemikiranku justru bagaimana Surat Perintah ini bisa jatuh ketangan Belanda (KNIL), tak ada yang bisa memberiku penjelasan, entah karena mereka tidak tahu atau memang terlalu pedih untuk diceritakan.

Hal lain yang sangat interesting adalah poster-poster propaganda setelah Indonesia Merdeka, dari sini aku bisa menangkap konsep kenegaraan dari founding father kita yaitu Bapak Soekarno-Hatta, mereka berusaha untuk menumbuhkan karakter Bangsa, mulai dari ajakan bekerja keras, mandiri, jujur, disiplin, nasionalisme, dll.
Melihat poster-poster ini seketika aku ingat film dokumentasi mengenai singapore, mereka juga melakukan propaganda semacam ini pada tahun 50-an …….  akupun berfikir bahwa bisa jadi mereka meniru konsep Soeta yak … :)
Hal ini justru membuatku sedih karena Singapore telah berhasil menjadi bangsa yang berkharakter dan maju, sementara kita masih jauh tertinggal …. :(

Khusus mengenai meriam rampasan, ada fakta unik dimana beberapa meriam dari Kerajaan Samudra Pasai pernah digunakan oleh pasukan Belanda pada pertempuran di Waterloo, sebuah epik yang menandai berakhirnya kekuasaan Napoleon Bonaparte.
Kalo dipikir-pikir, sejarah dunia itu ternyata muter aja kayak gangsing yak …. Hihihi

Sebelum berpisah, Pak Hans mengajakku ke lobby musium dan disana ada sekitar 20-an veteran KNIlL sedang bercengkerama, melihat kami datang mereka pun berdiri dan akupun mengulurkan tanganku untuk menyalami mereka satu persatu. Kemudian salah satu dari mereka berkata, “Kami ingin mempersembahkan lagu ini buat adik”, spontan beberapa dari merekapun menyanyikan lagu “Surabaya …. ooo …. Surabaya …. ooo …. Surabaya” dalam bahasa Indonesia, …. mulanya bengong ….. kok disini orang pada mau nyanyi buat gw yak …. serasa jadi dubes …. Hihihi …. :P

Khusus mengenai lagu Surabaya, ada cerita tersendiri, setelah berkonsultasi dengan Mbah Google, ternyata lagu ini pertama kali memang dipopulerkan di Belanda oleh eyang Anneke Gronloh, tentunya dalam bahasa Belanda pula … :) . Akan tetapi lagu ini aslinya dari Indonesia, dan pertama kali diperdengarkan pada pertunjukan drama oleh Bintang Surabaya pada tahun 1928.  Nah mulai nih terjadi komplikasi intelegensia dalam diriku …. mana mungkin lagu tahun 1928 kok di liriknya menyebutkan “surabaya di tahun 45″ jangan-jangan mereka pernah naik mesin waktu nich … kalo nggak pasti penciptanya anak dukun  …. :P

Tenang-tenang, jangan panik dulu sodara-sodara …. setelah saya telusuri lebih jauh ternyata biang keroknya Dara Puspita, mereka ini yang merubah liriknya dan mempopulerkannya di Indonesia …… Legaaa akhirnya …. :D

Keluar dari Musium, ternyata kami disambut oleh sang hujan, karena tempat parkir cukup jauh,  akhirnya kami memutuskan untuk ngeteh di Restaurant Brombeek.
Sengaja kami memilih tempat duduk dekat jendela, agar bisa menikmati pemandangan taman. Tiba-tiba kok banyak buah kecil-kecil jatuh, kira-kira seukuran kersen atau cermai yang kecil, tapi setelah terpelanting beberapa kali di tanah, kok ga ada bekasnya yak, bener-bener ilang ….. Heran mode on …. :P
Mulanya males nanya ama Ruud, tar diketawain lagi, mending tar aja dech googling di Internet.
Sambil ngeteh mikir kata kuncinya apa ya kira-kira, “the name of a fruit when it’s fall on the ground, it’s gone”, atau “the fruits which gone on the ground” …..  Huh …. Kok jadi aneh gitu sich …. :(
Ya udah dech dinekatin aja nanya si Ruud “What kind of strange fruits are those, when they falls, they are gone”, ……
Nah tu khan beneran dia ngakak lagi ….. e …. dia bilang “those are not fruits Ferdy, it’s Hagel”, …..
Masih penasaran kutanya lagi “What is Hagel, is it bird pups” ….. Ops …. :P
Sambil senyum geli diapun menjelaskan bahwa Hagel adalah hujan es, terjadi jika awan rendah dan suhu dibumi sangat dingin, sehingga kristal es yang jatuh dari awan tidak sempat mencair.
Ooooo, begitu pikirku, sambil ngebayangin kalo kena kepala pasti benjol-benjol tuch.
Penasarannya masih berlanjut “Is’it not dangerous”, kutanya lagi …. :)
Ruudpun bilang “Not on that size, but when it’s bigger and harder, Hagel can damage your car, your house & killed people too” …. Wow…. Horror banget nich …. :(
Untung aja di Indonesia ga ada Hagel …. Bersyukur dalam hati …. :)
Setelah reda Hagel-nya, kamipun bergegas pulang.

Pengalaman beberapa hari ini memang benar-benar berkesan …… ada sejumput Indonesia di negeri yang jauh ini …. well it’s Indonesia van Holland after all ….. :D

Bersambung ………..

Advertisements
This entry was posted in Diary Ngocol Istri Bule. Bookmark the permalink.

25 Responses to Diary Ngocol Istri Bule (Indonesie Van Netherland)

  1. nisamama says:

    Mak, pengen liat foto musiumnyaaa.

  2. Titi says:

    Wikikikik bener2 ngocol cerita Mbak Ferdy, mulai dari ngibulin polisi sampai ketiban Hagel ya Mbak. Enyway busway… aku punya teman di Utretch (bener ya nulisnya?) nama suaminya juga kembar ama suami Mbak Ferdy (Apa semua meneer belande namanya Ruud yak? 😛 ), kok ngga pernah tahu kalo Belanda itu pernah menjajah Indonesia selama 350 tahuana ya Mbak? katanya pemerintah Belanda menutupi fakta sejarah dan tidak mengajarkannya dalam pelajaran di sekolah. Ntar kusuruh dia jalan-jalan ke Broonbeek dah.
    Tentang surat perintah asli Jenderal Soedirman itu pasti karena, ada penghianat yang menyerahkan surat perintah Sang Jendral dengan imbalan duit, lalu ditangkaplah Sang Jenderal (Belanda memang tukang Devider Et Impera) huuuhhhh… (marah!!)>

    Dan Meriam Belanda yang membuat mereka menang terhadap Napoleon/Perancis di Waterloo itu ternyata dari kerajaan Samudera Pasai? aku percaya, karena dulu pernah baca kalau kerajaan Aceh mendapat sumbangan beberapa meriam dari kerajaan Turki (sebelum atau sesudah datangnya para Imperialis ke Tanah Nusantara).

    Whoalaaa…. buyutnya orang Belanda sungguh tegaaa sama kakek buyut kita. Enaknya rame-rame kita nikahin tuh Belanda, gentian kita jajah mereka, merdeka!!

    • Aduh …. Mbak Titi …. komennya bikin ngakak juga …. Dulu saya mau menikah dengan Ruud juga untuk membalaskan dendam nenek moyang kita …wkk.
      Kayaknya sich nama Ruud emang pasaran disono, sama seperti Agus, Bambang, Budi dan Joko kalo di Jawa ….hihihi
      Kalo menurut versi mereka yang menjajah Indonesia itu kongsi dagang VOC mbak, bukan pemerintah Belanda, mereka sendiri saat itu khan juga dijajah Jerman.
      Saya pikir juga mereka ga mungkin memberi pelajaran tentang kolonialisasi mereka terhadap Indonesia di sekolah….. Ini sama logisnya ketika Indonesia tidak akan pernah mengajarkan penyerangan kita atas malaysia dan juga timor leste. Alasannya sederhana …. The winner writes history and the looser writes biography …. hihihi
      Ga ada seorangpun di Belanda yang bisa menutupi sejarah tentang Indonesia, karena hampir setiap orang di Belanda memiliki keterkaitan dengan Indonesia secara historis ….. 🙂

  3. citramanica says:

    Artikelnya menarik banget, menghibur sekaligus informatif… jadi trenyuh baca tentang opa-opa KNIL… Btw, cewek-cewek di etalase itu kali sering masuk angin ya? Coba kapan-kapan kalau lewat sana lagi, suruh balik badan, liat punggungnya, kali ada bekas kerokan, haha! Oya, di Malang pas aku kecil dulu pernah beberapa kali kena hujan es, tapi sekarang sudah gak pernah lagi, karena Malang sudah gak sedingin dulu.

    • Thanks a lot say ….. jadi kangen sama opa KNIL … 😛
      Makanya cewek-cewek itu disebut WTS (Wanita Tahan Segala Cuaca) ….wkkk, tar kalo aku lewat lagi tak inget-inget saranmu suruh balik badan ….hihihi
      Oya … ada hujan es di malang …. enak dunk …. tinggal dikasih sirup …. hihihi

  4. haya says:

    Wisata sejarah dong mbak di Museum ituh…. Opa-opa KNIL pasti senang dikunjungi orang Indonesia ya mbak…bisa bernostalgia zaman dulu. Semoga di cerita selanjutnya bertemu dengan pelajar2 Indonesia ya mbak.

  5. Mugniar says:

    Hai mak … lam kenal … asyik baca tulisannya. Tapi futu2nya para veteran itu mannnaaa .. penasaran dueeh 😀

    Btw mak … mumpung lagi di Belanda nih .. sy pernah menulis ttg peninggalan budaya Sul Sel yang ada di museum Belanda di tulisan:
    http://mugniarm.blogspot.com/2011/11/la-galigo-karya-sastra-terpanjang-di.html

    Trus seorang teman menyusurinya (di Leiden), ceritanya ada di: http://idha2908.blogspot.com/2012/04/leiden-berkunjung-demi-membaca-melihat.html

    Siapa tahu sempat mak dan bisa menuliskannya dengan asyik 😉

  6. kania says:

    Nyimak ..nunggu lanjutannya..:)

  7. Ikakoentjoro says:

    Ceritanya puanjang beudh.Dari sabang ampek merauke ^^

    Anak-anakku pasti seneng tuh kalo diajak ke Broonbeek. Pada suka wisata ke Museum

  8. Jadi apa yang sudah kita perbuat buat negeri ini ya??
    Jalan-jalan ke museum emang membuat kita lebih nasionalis ya…

    Aduh, salam ya Mak.
    Salam dari Jimbaran…Bali-nya mana?

  9. ameliatanti says:

    Reblogged this on momenthreedee and commented:
    suka dengan stripe-nya 🙂

  10. dea says:

    Mak, menarik banget meseumnyaaa. ayo posting fotonya.
    Aku suka kisah mak ini romantis banget. sukaaaa… mupeng nih jadinya

  11. Yenni says:

    Di indo juga ada hagel mbak, tp jarang. Aku udah 2 kali lihat hagel 😊 di indo

  12. lovelyristin says:

    Aih mBak… ceritanya ini seru sangat dan informatif.. baru tau aku surat perintah asli yg dari Sudirman malah ada di Belanda, dan mereka para mantan pejuang malah terurus rapi dan terawat di Belanda, sedangkan pejuang disini banyak yg melarat, sedih…

    Dan seru yaa.. jadi dinyanyiin gtu serasa dubes hahahaha.. duh mbak.. pengalaman yg bikin kepo.. aku tunggu crt berikutnya ^ ^

  13. niee says:

    Aku baru tahu mbak ada veteran KNIL gitu. Udah berpuluh tahun mereka masih gak boleh masuk indonesia yak. Gak tahu juga yak cerita dahulunya gimana. Tapi melihat kondisi mereka sekarang kasian ya dengan yang di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s